Berita Umum

Pengertian Passiva: Memahami Bentuk Kalimat yang Menerima Aksi

24
×

Pengertian Passiva: Memahami Bentuk Kalimat yang Menerima Aksi

Share this article
Pengertian Passiva: Memahami Bentuk Kalimat yang Menerima Aksi
Pengertian Passiva: Memahami Bentuk Kalimat yang Menerima Aksi


Pengertian Passiva

Hallo Sobat Receh!

Selamat datang di artikel ini yang akan membahas tentang pengertian passiva. Mungkin kamu pernah mendengar istilah ini dalam pelajaran bahasa Indonesia, tetapi apakah kamu benar-benar memahaminya? Passiva merupakan bentuk kalimat yang menunjukkan bahwa subjek dalam kalimat menerima aksi dari kata kerja atau menjadi objek dari kata kerja.

Contohnya, ketika kamu mengatakan “Buku itu dibaca oleh siswa,” maka “buku itu” adalah subjek passiva yang menerima aksi “dibaca” dari kata kerja “siswa.” Passiva sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan bahwa subjek dalam kalimat tidak melakukan tindakan, melainkan menerima tindakan dari orang atau objek lain.

Jadi, apakah kamu siap untuk memahami konsep pengertian passiva secara lebih mendalam? Yuk, kita mulai dengan mengeksplorasi kelebihan dan kekurangan penggunaan passiva dalam bahasa Indonesia.

Kelebihan Penggunaan Passiva

1. Memberikan penekanan pada objek

2. Menyoroti tindakan yang dilakukan oleh subjek pasif

3. Membuat kalimat lebih bervariasi dan menarik

4. Meningkatkan perpaduan dalam kalimat yang terstruktur

5. Menghindari pengulangan kata kerja atau subjek dalam kalimat

6. Menjaga kesopanan dalam komunikasi tertulis

7. Menggambarkan hubungan antara penerima dan pelaku tindakan dalam kalimat

Kekurangan Penggunaan Passiva

1. Membingungkan pembaca dalam memahami subjek sejati dalam kalimat

2. Meningkatkan tingkat ambiguitas dalam komunikasi

3. Memperpanjang kalimat dan mengakibatkan kebingungan sintaksis

4. Kemungkinan kehilangan informasi penting dalam kalimat yang diubah ke bentuk pasif

5. Ketergantungan pada subjek kalimat yang ditempatkan pada akhir kalimat

6. Memaksimalkan pengetahuan tata bahasa untuk menghindari kesalahan penggunaan passiva

7. Mengurangi tingkat kejelasan dan kepentingan dalam tulisan

Pengertian Passiva dalam Bahasa Indonesia serta Contoh Kalimat

Sekarang, mari kita melihat lebih dekat bagaimana passiva digunakan dalam bahasa Indonesia. Dalam kalimat passiva, subjek menjadi objek yang menerima aksi dari kata kerja. Berikut adalah contoh-contoh penggunaan passiva dalam kalimat:

  • Motor itu dicuri oleh maling.
  • Rumah kami dijual dengan harga yang tinggi.
  • Buku-buku itu juga bisa dipinjam oleh teman-teman.
  • Pesawat terbang akan diberangkatkan pada pukul 10 pagi.
  • Bunga-bunga di taman itu akan dipangkas oleh tukang kebun.
  • Sapi-sapi itu dipelihara dengan baik oleh petani.
  • Cincin emas tersebut ditemukan oleh anak kecil di pantai.

Tabel: Informasi Lengkap tentang Pengertian Passiva

Elemen Deskripsi
Jenis kalimat Passiva
Subject Objek yang menerima aksi dari kata kerja
Objek Subjek dalam kalimat aktif
Kata kerja Predikat yang menunjukkan aksi yang diterima oleh subjek passiva
Tenses Bisa mengikuti tenses dalam kalimat aktif
Tata bahasa Subjek dan objek dalam kalimat passiva sering kali tertukar posisinya
Contoh Motor itu dicuri oleh maling.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa perbedaan antara kalimat aktif dan kalimat passiva?

Kalimat aktif menunjukkan bahwa subjek melakukan aksi, sedangkan kalimat passiva menunjukkan bahwa subjek menerima aksi.

2. Kapan sebaiknya menggunakan kalimat passiva dalam tulisan?

Kalimat passiva sebaiknya digunakan ketika ingin memberikan penekanan pada objek atau memilih untuk menjaga kesopanan dalam komunikasi tertulis.

3. Bagaimana cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat passiva?

Untuk mengubah kalimat aktif menjadi kalimat passiva, subjek kalimat aktif menjadi objek dalam kalimat passiva, dan kata kerja diubah menjadi bentuk pasif dengan menambahkan kata kerja bantu “di” atau “ter” sebelum kata kerja.

4. Apakah passiva hanya digunakan dalam bahasa Indonesia?

Passiva digunakan dalam berbagai bahasa, meskipun aturan dan penggunaannya mungkin berbeda-beda.

5. Bagaimana menghindari pengulangan kata kerja dalam kalimat passiva?

Untuk menghindari pengulangan kata kerja dalam kalimat passiva, kamu dapat menggunakan kata ganti atau merombak konstruksi kalimat agar lebih efisien.

6. Apa akibat jika kesalahan terjadi dalam penggunaan passiva?

Kesalahan dalam penggunaan passiva dapat mengakibatkan ketidakjelasan dan kebingungan dalam pemahaman kalimat.

7. Apakah wajib menggunakan kalimat passiva dalam komunikasi tertulis yang formal?

Tidak selalu wajib, tetapi penggunaan kalimat passiva dalam komunikasi tertulis yang formal dapat memberikan kesan lebih sopan dan terorganisir.

Kesimpulan

Dalam penutup artikel ini, kami berharap kamu telah memahami pengertian passiva dalam bahasa Indonesia serta kelebihan dan kekurangannya. Passiva adalah bentuk kalimat yang menunjukkan bahwa subjek menerima aksi dari kata kerja atau menjadi objek dari kata kerja. Penting untuk menggunakan passiva dengan bijaksana sesuai konteks tulisan dan untuk memastikan kejelasan serta kepastian makna dalam komunikasi tertulis.

Jangan ragu untuk mempraktekkan penggunaan passiva dalam tulisanmu dan selalu perhatikan tata bahasa yang benar. Semoga artikel ini dapat membantu meningkatkan pemahamanmu tentang pengertian passiva dan meningkatkan kemampuan menulismu secara keseluruhan.

Disclaimer:

Artikel ini hanya berisi informasi umum dan tidak boleh dianggap sebagai saran hukum atau nasehat profesional. Penulis dan penerbit artikel ini tidak bertanggung jawab atas tindakan yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini. Sebaiknya konsultasikan dengan ahli atau profesional terkait untuk saran yang sesuai dengan kebutuhan spesifikmu. Semua tindakan yang kamu ambil atas informasi di artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawabmu.